![]() |
| Sumber : aripitstop.com |
Drama MotoGP kembali memanas setelah beberapa seri balap
tidak dibumbui dengan perselisihan antar pembalap.
Kemarin saat seri kualifikasi MotoGP San Misano, Marquez dan
Rossi terlibat insiden senggolan sampai berujung keduanya dipanggil oleh FIM
Stewards Panel untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi menurut pandangan
masing-masing.
Awal mula kejadian senggolan ini, saat itu Matquez tidak
terlalu jauh di belakang Rossi, gak lama keduanya kemudian terlibat saling
salip menyalip, dan ketika berada di tikungan 14 nampak Rossi dan Marquez
terlalu lebar saat menikung yang mengakibatkan keduanya bersenggolan sampai
nyaris terjatuh.
Usai seri kualifikasi, keduanya dipanggil FIM Stewards Panel
untuk menjelaskan lebih detail kronologisnya.
![]() |
| Sumber : aripitstop.com |
“Awalnya saya tak paham apa yang terjadi, karena aksi salip
macam itu di kualifikasi agak aneh. Entah apa tujuan Vale. Tapi saya akan
jelaskan bahwa sejak awal sudah jelas karena orang akan berkata, ‘Marc kembali
membuntuti Vale’ tapi kenyataannya tidak begitu,” ungkap Marquez, seperti yang
dikutip dari aripitstop.com(15/9/2019).
Marquez berada di belakang Rossi setelah dirinya keluar pit
dan tidak mendapati pembalap sama sekali selain Rossi yang ada di depannya.
“Tujuan saya adalah ngotot sampai akhir. Kami memulai lap
terakhir dan saya membentuk margin di antara kami. Kemudian kami keluar dari
Tikungan 6 dan ia menyentuh area hijau, jadi lapnya dibatalkan. Lalu saya lihat
ia melaju cepat, tapi tak supercepat. Kemudian saya lihat peluang menyalip di
trek lurus,” kisah Marquez.
“Kami pun tiba di Tikungan 14 dan saya masuk. Kemudian saya
lihat motor hitam-kuning melaju sangat cepat dari jalur dalam dengan kecepatan
yang mustahil untuk melewati tikungan itu,” lanjut Marquez.
Beruntung Marquez dapat mengendalikan motornya ketika berada
di tikungan bersama Rossi tersebut.
“Saya beruntung bisa menghindari kecelakaan, ini reaksi yang
bagus. Soal reaksi kedua dengan gestur tangan saya, saya ingin tegaskan itu
bukan untuk minta maaf, itu untuk bertanya ‘apa yang terjadi di sini?’ karena
saya tak paham. Tapi yang terpenting adalah saya bisa menghindari kecelakaan,”
tutupnya.
Marquez menganggap gesture tangan kirinya ketika insiden
berlangsung bukannya tanda meminta maaf dengan Rossi.
Makin panas nih sepertinya.


Komentar
Posting Komentar